Perkuat Kompetensi Guru, S2 Manajemen Pendidikan Gelar Pelatihan Pengelolaan Kelas Inklusi Batch 2
- Admin
- Berita

UNPAK ― Program Studi Magister Manajemen Pendidikan bekerja sama dengan Magister Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, kembali menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Kelas Inklusi Batch 2 pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB (1/8/26).
Pelatihan Batch 2 ini mengangkat tema “Disleksia, Disgrafia, dan Diskalkulia di Kelas Reguler: Strategi Identifikasi Dini, Pembelajaran Adaptif, dan Layanan Inklusif bagi Guru.” Kegiatan dirancang untuk memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada guru dalam mengenali kebutuhan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar serta mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif di kelas reguler.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi keberagaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Pengelolaan kelas inklusif membutuhkan pemahaman yang baik dari guru agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber dengan kompetensi di bidang yang relevan, yaitu Ida Ayu Sri Andini, S.Psi., Konselor Pendidikan, serta Dr. Lina Novita, M.Pd., Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan. Kedua narasumber memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai identifikasi karakteristik peserta didik, strategi penanganan kesulitan belajar, serta penerapan pembelajaran adaptif dalam kelas reguler.
Melalui materi mengenai disleksia, disgrafia, dan diskalkulia, peserta mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik dan indikasi awal yang dapat diamati dalam proses pembelajaran. Pengetahuan mengenai identifikasi dini menjadi penting agar guru dapat memberikan respons pendidikan yang tepat dan tidak terburu-buru memberikan label kepada peserta didik.
Selanjutnya, peserta memperoleh penguatan mengenai strategi pembelajaran adaptif dan layanan inklusif. Guru didorong untuk menyesuaikan pendekatan, metode, aktivitas, media, maupun bentuk asesmen pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, kelas reguler dapat menjadi ruang belajar yang memberikan kesempatan berkembang bagi seluruh peserta didik.

Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari berbagai jenjang dan latar belakang, yaitu guru SD, SMP, SMA, serta peserta umum. Keberagaman peserta memperkaya proses diskusi karena isu pengelolaan kelas inklusi dihadapi oleh pendidik pada berbagai jenjang pendidikan.
Pelaksanaan Batch 2 merupakan kelanjutan dari komitmen Program Studi Magister Manajemen Pendidikan dan Magister Pendidikan Dasar dalam memberikan penguatan kompetensi kepada para pendidik. Kolaborasi kedua program studi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan pengembangan profesional yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan dinamika pendidikan saat ini.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengenali lebih dini karakteristik peserta didik dengan disleksia, disgrafia, dan diskalkulia, serta mampu merancang pembelajaran yang lebih adaptif, responsif, dan inklusif. Pada akhirnya, penguatan kompetensi guru diharapkan dapat mendukung terciptanya kelas yang ramah bagi keberagaman peserta didik dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua.
Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Kelas Inklusi Batch 2 ini sekaligus memperkuat peran Magister Manajemen Pendidikan dan Magister Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru serta pengembangan praktik pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.(*)

